Selasa, 23 November 2010

HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PENDIDIKAN

NAMA    : NURUL FAJAR MN
NIM        : 08601241042
KELAS    : PJKR A
CATATAN KRITIS 3
Hubungan filsafat dengan pendidikan

Filsafat sangat berpengaruh besar dalam kehidupan karena filsafat mempunyai pandangan-pandangan yang berisikan tentang nilai-nilai, makna-makna dan tujuan-tujuan dari hidup manusia, filsafat juga sangat berhubungan dengan dunia pendidikan termasuk pendidikan jasmani.
Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada siswa berupa aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik siswa, keterampilan motorik, keterampilan berfikir emosional, sosial dan moral.
Menurut saya filsafat berhubungan dengan pendidikan jasmani karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi didalam masyarakat sehingga didalam pendidikan jasmani harus mempunyai produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar profesi seperti guru pedidikan jasmani dapat bertahan, karena itu dibutuhkan filsafat dimana akan membantu guru untuk menentukan apa yang akan dilakukan siswa dalam mata pelajaran pendidikan jasmani.
Contoh filsafat dalam pendidikan jasmani seperti filsafat mengenai integritas pendidikan jasmani dalam kehidupan dan kesehatan siswa,bahwa dalam pendidikan jasmani kita bisa menjadi manusia seutuhnya,misal dalam permainan karena permainan itu berhubungan dengan gerak seperti harus bisa berlari,berenang,memanjat dan bernyanyi karena Gerak merupakan unsur pokok pendidikan jasmani.
Dimana manusia mempunyai gerak dasar fundamental seperti :
Gerak lokomotor yaitu gerak yang membuat perpindahan tempat seperti jalan,lompat lari
Gerak non lokomotor yaitu gerak yang dilakukan antar anggota tubuh tanpa adanya perpindahan tempat
Gerak manipulatife yaitu gerak yang dilakukan karena ada benda sebagai media

Krisis identitas dalam pendidikan jasmani

Pendidikan jasmai merupakan salah satu alat pembangunan yang ikut serta meningkatkan  kemajuan masyarakat,akan tetapi perkembangan perkembangan pendidikan jasmani sekarang sangat memprihatikan.
Hal ini diakibatkan karena kerangka pembangunan pendidikan jasmani mengalami krisis. Salah satu krisis identitas dalam pendidikan jasmani terjadi karena adanya desakan untuk penyelenggaraan mata pelajaran baru seperti informasi teknologi (IT). Hal tersebut akan membawa pada kritisnya posisi pendidikan jasmani yang dianggap bukan pelajaran “penting” untuk diganti oleh mata pelajaran baru yang urgen untuk diberiakan kepada siswa.
Saya akan mencoba mengkritisi masalah tersebut, menurut saya jika pendidikan jasmani tidak dianggap penting maka akan banyak resiko-resiko yang terjadi, misal apabila siswa hanya mementingkan teknologi saja tanpa mementingkan pendidikan jasmani  maka akan berakibat pada kesehatan siswa karena siswa tersebut hanya berhadapan dengan teknologi seperti teknologi komputer tanpa melakukan aktivitas yang hanya dilakukan duduk didepan komputer.
Pada umumnya orang-orang yang tidak melakukan aktivitas seperti olahraga biasanya akan lebih mudah terserang berbagai penyakit karena resiko yang lebih besar terjadi ada pada orang-orang yang tidak melakukan olahraga dibandingkan orang-orang yang melakukan olahraga contohnya struk, jantung, hipokinetik dll.
Salah satunya hipokinetik yang disebabkan karena tubuh kita kurang melakukan aktivitas maka akan menimbulkan banyak lemak, apabila semakin banyak lemak maka lemak tersebut dapat menyumbat pembuluh darah yang akan menyebabkan kematian (hipotesis) karena itu pendidikan jasmani sangat penting dalam kehidupan.
Karena itu pendidikan jasmani tidak dapat dipisakan dari kehidupan manusia hal ini dikarenakan olahraga merupakan unsur penting dalam pemeliharaan kesehatan manusia. Kesehatan sendiri merupakan kebutuhan pokok yang mutlak diperlukan oleh manusia. Pada perkembangan selanjutnya,olahraga tidak hanya sebagai sarana untuk menjaga kesehatan saja,melainkan juga sebagai salah satu ajang kompetisi yang mampu membawa nama baik individu,kelompok atau negara.
Kemudian krisis masalah lainnya dalam pendidikan jasmani adalah lemahnya sub-sistem pendidikan jasmani dan olahraga. Kekosongan tenaga guru pendidikan jasmani yang terjadi secara massal seperti di Sumatra salah satu contohnya. Seperti di daerah saya dalam 1 sekolah hanya ada 1 guru olahraga dimana guru olahraga tersebut mengajar dikelas X, XI dan XII sehingga membuat proses belajar mengajar tidak efektif.
Sehingga untuk mengatasinya pihak sekolah biasanya mengupayakan sistem bidang studi yaitu guru kelas diperkenankan untuk mengajar olahraga walaupun disadari banyak resiko yang harus ditanggung terutama karena guru bersangkutan belum menguasai bidang olahraga tersebut.
Hal ini berbanding terbalik dengan banyaknya lulusan dari perguruan tinggi keguruan dimana  setiap tahunnya meluluskan diploma serta sarjana yang dicetak sebagai guru pendidikan jasmani. Keadaan ini terjadi karena keterbatasan dana dari pemerintah untuk mengangkat mereka. Karena itu terjadinya krisis identitas dalam pendidikan jasmani.
Dengan berbagai masalah tersebut pemerintah harus mengambil langkah kongkrit atau solusi yang tepat guna menanggulangi permasalahan tersebut. Dengan membuat program rencana jangka panjang, menengah dan jangka pendek untuk mencapai tujuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar